Wujudkan Kelestarian Lingkungan, JAPFA Rampungkan Revitalisasi Hutan Kota Plumbungan

11 September 2020

Sragen, 11 September 2020 – dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Bupati Sragen, hari ini meresmikan Hutan Kota Plumbungan hasil revitalisasi PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA). Kegiatan yang juga dihadiri oleh Samsuri, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sragen, jajaran pemerintah daerah Kabupaten Sragen, dan Adi Purnomo, Head of Unit Pabrik Pakan JAPFA Unit Sragen ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Hutan Kota Plumbungan yang diinisiasi JAPFA sejak tahun 2018 lalu.

Adi Purnomo, Head of Unit Pabrik Pakan JAPFA Unit Sragen menyatakan, “Upaya pengembangan dan pengelolaan Hutan Kota Plumbungan ini merupakan sumbangsih dan wujud komitmen JAPFA dalam menjaga lingkungan agar tetap asri dan lestari. Kami memahami, pentingnya hutan kota sebagai ruang terbuka hijau yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan. Karenannya, melalui program yang kami inisiasi ini, diharapkan Hutan Kota Plumbungan kelak menjadi kawasan konservasi sekaligus wisata edukatif yang membawa manfaat bagi masyarakat.”

Berangkat dari kepedulian terhadap pentingnya keseimbangan ekosistem perkotaan dan optimalisasi kondisi hutan kota dari segi penataan, perawatan, dan pengelolaan di tahun 2018, JAPFA mengajukan Program Pengembangan Hutan Kota Plumbungan agar dapat menjadi kawasan konservasi sekaligus wisata edukatif. Hal ini juga sejalan dengan Peraturan Pemerintah No. 63 tahun 2002 tentang hutan kota dimana keberadaannya paling sedikit 10% dari luas total wilayah dan berfungsi untuk menjaga kelestarian, keserasian, dan keseimbangan ekosistem perkotaan yang meliputi unsur lingkungan, sosial, dan budaya.

“Program pengembangan dan pengelolaan Hutan Kota Plumbungan yang telah dilakukan oleh JAPFA meliputi Kajian Keanekaragaman Hayati (Kajian Kehati) bersama Universitas Negeri Sebelas Maret, pembangunan Jogging Track seluas 1.200 m2, pembangunan toilet, pendirian entrance plaza sebagai pusat aktivitas masyarakat, serta penataan jalur air dan peningkatan kapasitas resapan air,” jelas Rachmat Indrajaya, Corporate Affairs Director JAPFA.

Dalam upaya revitalisasi ini, JAPFA juga memberikan dukungan infrastruktur sosial dengan mengembangkan Bank Sampah Kecik di Desa Plumbungan sebagai upaya untuk mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah. Saat ini, Bank Sampah Kecik telah hadir di Desa Plumbungan dimana mekanisme pengelolaannya akan disepakati bersama oleh Perangkat Desa Plumbungan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen. Dengan dukungan infrastruktur fisik dan sosial yang JAPFA lakukan, diharapkan keberlanjutan pengelolaan hutan kota dapat terus berlangsung.

Selaras dengan cita-cita Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen, mimpi besar JAPFA adalah menjadikan Hutan Kota Plumbungan sebagai Ruang Terbuka Hijau yang memiliki dua manfaat utama. Pertama, hutan kota sebagai area konservasi keanekaragaman hayati sekaligus area konservasi air dengan mengoptimalkan area resapan dan tangkapan air. Kedua, menjadikan hutan kota sebagai area publik yang dapat dimanfaatkan optimal oleh masyarakat Kabupaten Sragen dan sekitarnya.

“Kami berharap, dengan sistem dan manajemen pengelolaan saat ini, Hutan Kota Plumbungan sebagai ruang terbuka hijau mampu menampung beragam kegiatan komunitas maupun individu, seperti olahraga dan rekreasi, serta memberi dampak ekonomi bagi warga di sekitarnya,” pungkas Adi.

close
Back to Top